SHANTIE SAGITA

Senin, 26 April 2010

izinkan aq menangis

kini kau pergi jauh
hingga tanganku tak mampu memelukmu
hingga kakiku tak mampu mengejarmu
hingga mataku tak mampu menatapmu
hingga teriak panggilku tak mampu kau dengar

ijinkan aku menangis ya
biarlah airmata ini jadi samudra
mengantarku berenang mencarimu

"tapi surga itu ada dilangit?"

""""cahaya kehidupan""""


Saat mentari....
Belum menampakkan diri...

Kemudian dengan gagah dan cerahnya...
Menebarkan panas dan cahanya ke muka bumi....

Lalu saat tergelincir dan mulai meredup.....
Dan berkuranglah hawa panasnya.....

Dan bergulir kembali.....
Hingga sinarnya benar- benar redup dan orang menyebut hari telah senja....

Sesaat kemudian....
Benar benar tenggelam dan tak nampak lagi....

Ada kalanya pula...
Disaat sebagian besar manusia terbuai dalam mimpinya.....

Saat itulah.....
Kumemohon padaNya.....
Dengan segala kerendahan hati....
Anugerahkanlah padaku.....
Satu mutiara....

Syukur kupanjatkan....
Padanya.....
Karena Dia telah menjawab dan mengabulkan permohonanku....
Telah dianugrahkanNya padaku....
Satu mutiara yang selama ini kucari.......

Tidak lain dan tidak bukan.......
Hanya teman, saudara dan sahabat.......
Yang mau mendengarkan segala keluh kesahku.....
Yang mau berbagi suka....
dan duka denganku.....

Terima kasih Ya Allah.....
Kau telah menjawab doaku....

dan terima kasih teman......
kamu telah merelakan waktumu.....
untuk berbagi suka.....
dan berbagi duka.......
mendengarkan keluh kesah.....
dan cerita kelam tentang masa laluku......

Dialah satu satunya tempat kumemohon dan meminta.......
dan kamulah anugrahNya

Terima kasih ya Allah...

Kamis, 22 April 2010

"""tak seindah dulu""""

Terbangunku dari mimpi indahku
Melewati kenyataan yang berlalu
Ingat rasa cinta yang telah terbagi
Sirna dan menghilang pergi

Serahkan sedikit rasa untukmu
Permata hatiku
Walau tak seindah dahulu
Ku coba merajut mimpi untukmu

Walau tanpa hati kau melihatku
Jiwaku telah kupersembahkan untukmu
Walau tanpa senyum kau hadirkan hariku
Hatiku merapuh karena ketiadaanmu

Pahamilah diriku
Meski tanpanya lagi ku kan tetap bertahan
Mengertilah asaku
Hatinya menjawab kehilanganku

Seberkas kisah tentangmu
Kan ku jadikan pelipur laraku
Seraut wajahmu memanggil
Kan ku pendamkan sebagai bagian hatiku

""bulan bintang""

Dari satu sisi hati
Aku tak bisa berarti
Walau sempat ku kubur dalam palung jiwaku
Aku tahu ragaku ikut rapuh
Karena kehilanganmu

Bulan…katakan padaku keadaanya
Karena sungguh aku mengharapkannya
Saat di sini aku tak mampu melihatnya
Bintang…kabarkan aku tentang dia
Karena sungguh aku menginginkannya
Ketika raga ini tak ada di sampingnya

Takkan sampai hati aku menghancurkan anganku
Takkan mudah lupakan senyum di bibir manisnya
Hingga warna hatiku terlihat olehnya
Hingga goresan ini tertulis dalam hatinya

Bulan…sampaikan salamku padanya
Karena sungguh aku merindukannya
Saat di sini aku tak hadir di depannya
Bintang…sampaikan puisi ini padanya
Karena sungguh dari hatiku untukknya
Ketika raga ini tak mampu berikan padanya

Apakah bila ku pergi
Engkau simpan seuntai namaku
Jauh di lubuk hatimu
Apakah bila ku kembali masih akan terbuka
Hatimu untukku

Semakin lama ku kian tenggelam dalam samuderamu
Di dalam perihku…
Aku berlari…terus berlari
Hingga ku temukanmu di ujung masa

q sempatkan

Rangkaian senyum yang ku berikan
Semoga mampu indahkan harimu
Agar ku dapat melihat kau tersenyum
Dengan begitu kau akan tahu bahwa senyummu
Adalah anugrah dalam hidupku

Kau tak lagi mimpi indahku
Kini kau nyata bukan lagi khayalku
Apapun itu tak mungkin redupkan

Satu bintang di hati karenamu
Maka jagalah diri ini seperti bintang di angkasa
Indahkan diri ini seperti layaknya hatimu

Ku ingin takkan ada lagi air mata
Hingga tiba saatnya nanti
Sampai menutup mata
Ku titip cinta di hati

Rabu, 21 April 2010

hanya manusia


Malam ini ku rasakan hancur hatiku
Mengenang kebodohanku
Yang terus memberi
Dan berharap menanti
Hingga ku lupa yang sepantasnya ku cari
Dalam sepi dunia ini


Aku menyesali khilafku
Dalam sepi yang terus ku sebut namamu
Walau sakit di setiap waktu
Ku tak pernah menyadari
Kesalahan yang akhirnya hancurkanku
Bersama bahagiaku

Penyesalan ini seaakan tiada guna
Tak mampu rubah segala
Yang telah terucap...yang telah terbuat...dan yang telah berakhir
Di sini akhirnya jua ku mengerti
Makna yang telah ku tinggalkan
Dan semua yang tak ku mengerti
Ingin ku akhiri hingga hari ini
Sampai akhirnya ku dapat menatap matahari
Dengan tegar...
Dan takkan tertunduk lesu
Hingga ku katakan padanya
Aku bisa lupakanmu...

"""""TUHAN"""""


Saat ini aku terendap lara
Tenggelam didalam penyesalan
Ketika semua seakan pergi
Hempaskan aku di jalanmu
Diatas kertas putih ini
Ku goreskan hitamnya jiwa
Bersama lautan dosa
Tergambar jelas di satu sisi
Sucikan tuhan jiwaku
Biarkanlah meraihmu
Menembus dimensi waktu
Kembali dijalanmu


Template by : kendhin x-template.blogspot.com